Menu

Inilah Curhat Ibu Mendiang Sulli, Ungkap Sejumlah Fakta Kelam sang Anak

Salah satu film dokumenter yang mengungkap kisah mendiang Sulli eks f(x), berjudul ‘Whya Did Sulli Bother You’ akhirnya benar-benar dirilis oleh MBC pada hari Kamis (10/9). Film ini berkiash mengenai orang-orang terdekat dari Sulli.

Sulli f(x)Salah satu yang memang ada dalam tayangan dalam film tersebut adalah ibunda dari Sulli sendiri. Dalam film tersebut, sang ibunda berkisah akan banyak hal.

Meski demikian, diantara sejumlah kisah sang bunda, salah satu yang paling menarik adalah kisah mengenai hubungan asmara Sulli dengan seorang pria bernama Choiza yang memang lebih tua dari Sulli 14 tahun.

Dirinya mengaku bahwa hubungan antara dirinya dengan Sulli akhirnya retak pasca keduanya beradu argumen akan masalah tersebut.

“Keluarga kami bahagia-bahagia saja sebelum berita Sulli berpacaran muncul. Aku sendiri tidak percaya ketika melihat foto-fotonya. Aku kira itu hanya berita keliru, jadi aku telepon Sulli langsung dan ia bilang berita itu benar,” ujar ibunda Sulli, seperti dikutip dari Allkpop, Sabtu (12/9).

Diakui oleh sang bunda bahwa kehidupan Sulli pun kemudian berubah drastis setelah memutuskan berpacaran. Gaya hidup termasuk juga tentang hal yang menjadi kebiasaannya nongkrong, minum-minum, makanan dan bahkan sampai pada pola percakapannya pun berubah.

Sang ibu sebenarnya tidak memberikan restu akan hubungan antara Sulli dan Choiza. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka kemudian bertengkar. Sulli merasa dirinya dikecewakan oleh sang ibu yang tak menerima dengan baik pria yang dirinya sukai.

Pertengkaran ini pun membuat hubungan antara ibu dan anak jadi retak. Sulli pun sampai menyinggung masalah keuangan dari keluarganya.

“Sulli bilang ia mengalami masa sulit dan bekerja mencari nafkah, lalu ia tanya seberapa banyak uang yang ia hasilkan dan meminta kami untuk menuliskan pernyataan pada keterangan pendapatannya di bulan berikutnya. Itulah momen titik hubungan kami berantakan,” kata ibu Sulli.

Semenjak hal ini, mereka masih tetap saling berkomunikasi satu sama lainnya. meski tidak lebh intens daripada sebelum adanya pertengkaran yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.